Curhat tanpa cengeng, Menulis tanpa batas....

Apakah Cinta itu Beresiko?

5 Sep 2013 - 17:37 WIB

Artikel saya kali ini saya awali dengan pertanyaan “apakah cinta itu beresiko?” saya melemparkan pertanyaan ini sebagai opini dari pengalaman pribadi saya. Pengalaman pribadi tentu saja bukan berarti pengalaman itu saya alami sendiri, akan tetapi bisa jadi dari teman, tetangga atau salah satu anggota keluarga saya.

Jika kembali ke pertanyaan saya, saya harus mengerti juga bahwasannya segala sesuatu di dunia ini mengandung resiko. Jika demikian berarti cinta itu mengandung resiko.

Ada yang bilang kalau berani jatuh cinta ya harus berani patah hati, mungkin memang benar adanya kalau tidak mau patah hati ya jangan coba-coba jatuh cinta. Akan tetapi, pernyataan ini sebenarnya tidak-lah simple ada makna yang dalam.

Saya menyimpulkan, jika seseorang jatuh cinta artinya dia juga mau berkorban dan melakukan hal terbaik untuk orang yang dicintainya dan jika apa yang dilakukannya ternyata kurang berkenan harus juga ada rasa ihklas. Oleh karenanya cinta itu bukan sekedar pengorbanan akan tetapi juga keihklasan.

Saya sering membaca tentang cerita-cerita sepasang kekasih yang berasni mati demi kekasihnya, walaupun terkadang saya pikir tidak masuk akal akan tetapi saya pernah menemui orang yang seperti ini. Cinta jenis ini sebenarnya cinta yang kurang sehat tapi juga tidak dapat disalahkan karena saya yakin akan berat jika kita tidak dapat mendapatkan apa yang kita cintai.

Banyak sekali cerita-cerita cinta bertebaran, tidak jarang kita lihat mereka berakhir indah namun tidak sedikit pula yang berakhir dengan perpisahan. Banyak yang salah mengartikan cinta, mereka pikir cinta itu selalu indah sehingga saat mereka menemukan sedikit kerikil tajam mereka pun menyerah dan tidak mau berjuang. Dan yang paling parah adalah memaksakan cinta, mereka tahu sebenarnya mereka tak dapat bersatu oleh karena banyaknya perbedaan dan hal-hal prinsipal yang memang tidak dapat disatukan namun mengatas namakan cinta mereka tetap bertahan dan akhirnya menyiksa diri sendiri.

Cinta memang bukan menyatukan persamaan akan tetapi kita harus faham perbedaan seperti apa itu? Jikalau itu hal-hal prinsipal yang tak dapat dilanggar kenapa diteruskan, bukankah itu menyakiti diri sendiri? atau bisa juga orang lain? Katakanlah, sebuah hubungan cinta antara pria beristri dengan seorang gadis, tidakkah tindakan ini akan merugikan istri sang pria dan juga merugikan sang gadis? Namun, cinta terkadang memang tak memiliki logika sehingga terkesan memaksakan kehendak.

Semoga kita sedang jatuh cinta pada orang yang tepat :)

30-hari-non-stop-ngeblog


TAGS   Cerita Cinta / 30 Hari NonStop Ngeblog /