Curhat tanpa cengeng, Menulis tanpa batas....

Krisis Kepercayaan, Sulitnya berbuat baik!

11 Sep 2013 - 21:07 WIB

Di jaman sekarang ini sangatlah susah menjadi orang yang baik terhadap orang lain. Perilaku hedonisme sudah banyak berpengaruh dalam pembentukan watak orang-orang jaman sekarang. Mereka tidak segan-segan mendapatkan kesenangan dengan cara apapun. Bahkan dengan cara menipu dengan memanfaatkan kebaikan orang lain. Krisis kepercayaan pun terbentuk dengan sendirinya. Bahkan untuk beberapa orang apabila ada seseorang yang berbuat baik kepadanya, akan diartikan pasti orang tersebut “ada maunya“. Namun bukan berarti kita tidak bisa menjadi orang baik bukan?

Masih ingat rasanya di masa lalu kebaikan dan kejujuran sangatlah dijunjung tinggi. Kita telah terbiasa diajarkan untuk berbuat baik terhadap sesama. Namun hal tersebut seakan-akan banyak berubah setelah Indonesia dan Dunia dihantam dengan yang namanya krisis ekonomi di tahun 1998. Kesulitan dalam hal mencari materi yang menjadi masalah utama saat ini, seakan-akan menjadi alasan seseorang menghalalkan segala cara dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Menipu sudah menjadi hal yang biasa terjadi saat ini.

Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi norma kesusilaan, seharusnya masyarakatnya pun jauh dari yang namanya keinginan untuk menipu sesama. Namun apa yang terjadi cukup mencengangkan. Banyak dari masyarakat kita yang menganggap menipu itu sudah menjadi hal yang biasa. Contoh saja beberapa kasus korupsi, pemalsuan identitas, penipuan melalui media internet, bahkan yang lebih canggih, beberapa penipu yang ada di Indonesia menggunakan hypnosis untuk memperdaya si korban.

Sangat miris memang melihat banyaknya korban penipuan yang ada di Indonesia. Namun yang menjadi pertanyaan, apakah di Dunia ini sudah tidak ada lagi kebaikan? Apakah menipu satu-satunya jalan untuk kita bertahan hidup? Tentu saja tidak. Coba kita tanya diri kita masing-masing. Masih adakah kebaikan dari dalam diri kita sendiri? Apabila masih ada sedikit saja kebaikan yang tersisa, coba tumbuhkan rasa kebaikan tersebut. Sehingga usaha untuk melakukan penipuan tersebut akan hilang dengan sendirinya.

Penipuan adalah sebuah mata rantai yang harus kita putus. Bagaimana memutus rantai tersebut? Tentunya hanya kita yang bisa melakukannya. Mulailah dari diri sendiri terlebih dahulu untuk melakukan kebaikan terhadap sesama. Yakinkan diri sendiri bahwa Tuhan itu tidak tidur. Dia selalu melihat dan mencatat kebaikan-kebaikan yang kita lakukan, dan kebaikan tersebut tidak akan sia-sia kelak. Dengan begitu tidak akan ada lagi krisis kepercayaan. Apapun bentuknya tindakan yang baik, akan melahirkan kebaikan yang lebih besar lagi. Lakukan sekarang juga!


TAGS   krisis kepercayaan / 30 Hari Non Stop Ngeblog /