Curhat tanpa cengeng, Menulis tanpa batas....

Peran Hedonisme Dalam Korupsi

9 Oct 2013 - 07:00 WIB

Orang-orang bilang jaman sekarang jika tidak tahan banting bakal kebanting, kita harus memiliki pertahanan kuat dalam menghadapi era persaingan. Yang saya bicarakan di sini adalah persaingan dalam hal materi. Angka kemiskinan di Indonesia memang tidak bisa dibilang kecil, akan tetapi gaya hidup masyarakat Indonesia yang sudah mengarah ke Hedonisme membuat mereka secara tidak langsung bersaing untuk menunjukkan gengsi mereka untuk memberikan label kebanggan diri pada masing-masing individu.

Jadi, menurut saya hedonisme ini memang memungkinkan seseorang untuk melakukan korupsi. Kenapa demikian? Sebaiknya, kita bahas lebih detail.

Hedonisme

Sebenarnya seperti apa gaya hidup Hedonisme itu? Gaya hidup ini sangat mengutamakan dan mengagungkan kesenangan dan kenikmatan semata. Pada konteks ini, kebutuhan kita sebenarnya sudah terpenuhi akan tetapi kita berupaya memenuhi kebutuhan-kebutuhan lainnya yang terkadang itu tidak penting hanya untuk suatu gengsi, kebanggaan atau kesombongan semata.

Faktor Pendorong Hedonisme

Untuk era sekarang ini, salah satu faktor pendorong seseorang berperilaku hedonis adalah kemajuan teknologi! Karena sering kali informasi yang masuk ke dalam suatu masyarakat yang diterima secara mentah-mentah tanpa “penggodokan” sehingga mencapai pemahaman yang lebih bijaksana dari makna informasi tersebut.

Pada masyarakat kita hal yang paling mudah diambil sebagai contoh adalah informasi tentang gaya hidup orang-orang barat yang masuk ke dalam budaya timur kita yang begitu saja kita terima padahal belum tentu cocok dengan nilai-nilai agama dan budaya timur kita.

Penyakit Sosial

Di satu sisi, ada yang berpendapat bahwasannya perilaku atau gaya hidup hedonis ini merupakan penyakit sosial. Dikarenakan mereka kehilangan orientasi kemanusiaan serta kepekaan pada situasi sosial dan kultural dalam bermasyarakat yang pada kenyataannya masih banyak kemiskinan, kebodohan serta kelaparan.

Perilaku atau gaya hidup hedonis ini akhirnya mampu juga mendorong orang-orang melakukan korupsi, tindakan asusila dan tindakan menghalalkan segala cara lainnya yang membuat segala kebutuhan mereka terpenuhi.

Hedonisme Itu Normal

Di sisi lain, dari pelaku sendiri diakui bahwasannya perilaku mereka ini adalah normal, karena ini sudah memasuki privasi mereka di mana mereka merasa memiliki kelebihan dibandingkan orang lain sehingga sah-sah saja kalau sekarang mereka ingin memuaskan keinginannya selama tidak mengganggu orang lain.

Bagi mereka, hidup itu harus dinikmati semaksimal mungkin.

Namun, perilaku dan gaya hidup Hedonis ini sekarang ini sebenarnya sudah merambah ke berbagai lapisan masyarakat, hal ini menjadi suatu tuntutan keadaan dan mereka menjadikan suatu keharusan untuk memenuhinya. Oleh karena itu tak heran jika mereka bekerja keras demi memenuhi tuntutan tersebut. Oleh karena itu, kenapa korupsi juga terjadi pada instansi paling bawah? Atau pun perusahaan-perusahaan kecil?

Siapakah Korbannya?

Yang menjadi korbannya adalah orang-orang kelas menengah yang berada pada seseorang yang baru lulus kuliah dan memulai suatu pekerjaan. Mereka adalah orang-orang yang serba ingin tahu dan mencari jati diri, mengikuti trend dan mencoba hal baru. Hal ini yang mendorong mereka untuk mencoba berperilaku hedonis.

Senjata paling ampuh agar tak terseret ke dalam arus hedonisme adalah membekali diri dengan ilmu agama dan juga memiliki pengendalian diri.

Artikel ini hanyalah sebuah opini tentang apa yang saya lihat di sekitar saya tentang perilaku Hedonisme yang mempunyai peran dalam tindakan korupsi.


TAGS   Peran Hedonisme Dalam Korupsi /