Curhat tanpa cengeng, Menulis tanpa batas....

Faktor Penghambat Sales

8 Nov 2013 - 23:10 WIB

SalesSales - Semua berhubungan dengan menjual dan menjual! Saya mengalami dan tahu betul betapa sulitnya mencaari seorang sales dalam sebuah perusahaan padahal sales itu sangat penting dan menjadi ujung tombak sebuah perusahaan. Di sini saya ingin mengatakan, kalau kita boleh berbangga hati menjadi seorang sales, jadi gak usah minder atau pun berkecil hati.

Saya ingin kita semua tahu, bahwasannya pekerjaan sales bukan bekerjaan rendahan yang harus disembunyi-sembunyikan atau pun dihindari. Jika ada kesempatan silahkan dicoba. Memang, dari beberapa pengalaman banyak yang gagal menjadi sales oleh karena beberapa alasan di antaranya adalah:

Sales itu bukan pekerjaan elit

Adanya doktrin yang masuk ke dalam diri kita bahwasannya sales itu bukan pekerjaan elit. Saya faham, banyak orang yang memiliki pengalaman buruk dengan door to door salesman/woman dikarenakan sikap mereka yang cenderung mengesalkan dikarenakan ke-ngeyelannya. Saya tidak bisa menyalahkan sikap ngeyel itu, karena sales memang harus ngeyel akan tetapi cara mereka salah.

Seharusnya mereka bisa ngeyel dengan lebih anggun dan profesional, selalu ada trik-trik untuk bisa mempertahankan diri, meminta orang untuk membeli tapi kesannya gak maksa. Oleh karena itu kemampuan berkomunikasi yang baik dan juga mengelola emosi dibutuhkan dan ini pun bisa dipelajari dan dilatih.

Tak Pandai Bicara

Memangnya harus pandai bicara? Bukan pandai bicara akan tetapi bisa menyampaikan, memberikan informasi kepada calon pelanggan tentang barang yang dijual. Jadi, mengasah kemampuan berbahasa memang perlu dan ini pun bisa dilakukan learning by doing karena bahasa adalah skill jadi semakin banyak praktek semakin bagus.

Pemalu

Saya bingung, harus malu kepada siapa? Justru saat kita sedang bertugas dan berhadapan dengan calon pelanggan saat itu cobalah memposisikan diri kita sebagai seorang front liner atau kalau dalam perang, kita itu seorang panglima perang yang harus berani maju. Jadikan diri kita adalah orang penting, milikilah rasa bersalah jika kita gagal karena nyawa semua pasukan ada di tangan kita. Intinya, kita itu sedang memikul sebuah tanggung jawab jika tidak maju maka negara kita akan hancur, bisa?

Merasa tidak bisa

Sudah dicoba belum? Kalau belum kok sudah bilang tidak bisa. Intinya di sini bukan tidak bisa sebenarnya, tapi kita awalnya memiliki pandangan negative tentang sales. Coba ubahlah cara pandang kita yang negative terhadap sales ke arah lebih positive.

Sales itu memang bukan pekerjaan sembarangan lho. Jadi, milikilah sikap menyukai tantangan.

Manja dan Malas

Untuk mencapai sebuah target seorang sales dituntut untuk lebih gigih, sabar, kreatif, cerdas dan kerja keras! Kenapa demikian? Karena membuat orang mau membeli barang kita itu seperti membangun sebuah hubungan, jadi harus ada pendekatan yang isinya mengenalkan produk kita secara mendetail mengenai keunggulan-keunggulan, perawatan, garansi jika ada.

Kita tidak akan berhasil menjadi sales jika kita manja dan malas, karena target itu tidak akan mendekati kita jika kita tidak mendekatinya. Jangan terlampau sayang memaksimalkan pikiran untuk lebih kreatif untuk bisa membuat calon pelanggan mau membeli produk kita.

Banyak sekali ya persyaratan seorang sales? Jalani saja, dan belajar sambil mempraktekkannya.

Gampang menyerah

Saat menjalankan pekerjaan saya sebagai sales, oleh karena mayoritas pekerjaan sales saya lakukan secara online atau jarak jauh, saya tidak akan pernah menyerah untuk mem-follow up potential klien saya sampai dia bilang “tidak” atau “saya tidak suka produk kamu”.

Ada hal yang perlu kita tahu, bahwasannya ada beberapa orang yang sangat sibuk sehingga lupa kalau dia pernah berniat membeli sesuatu atau perlu membeli sesuatu dan sesuatu itu adalah produk yang kita jual. Maka dari itu follow up itu perlu.

Namun, jika pelanggan adalah orang-orang di sekitar kita yang perlu kita lakukan adalah sering-sering saja bercerita tentang hal-hal yang menjurus ke arah produk kita. Intinya, cerita ini mengingatkan dia akan produk kita jadi kita tak perlu ngeyel.

Bagaimana kalau door to door sales? Bagi door to door sales, sebaiknya sampaikan keunggulan produk yang kita jual sedetail mungkin , buat calon pelanggan merasa bersalah jika tak membeli produk kita kalau pun pada akhirnya dia tidak membeli dengan berbagai alasan, jangan lupa tinggalkan kontak detail kita. Saya anjurkan Anda untuk memiliki kartu nama dan mintalah contact detail pelanggan tersebut untuk sekali-kali difollow up, misalkan 3 hari setelah kedatangan kita.

Bagaimana follow up-nya? Langkah pertama tanyakan kabar, bosa-basi sedikit, tunjukkan ketertarikan kita padanya (namun jangan terlampau SKSD karena orang akan risih) setelah itu barulah tanyakan ketertarikannya untuk membeli produk kita.

Jangan ghampang menyerah dan milikilah kegigihan sampai client setuju membeli produknya kepada kita.

Sales bukanlah sebuah pekerjaan yang harus dijauhi karena kehidupan sehari-hari kita pun sebenarnya tak jauh-jauh dari sales atau menjual. Tidak percaya? silahkan melakukan penelitian sebelum saya nanti akan mengulas lebih detail di kesempatan lain.

*gambar diambil dari Google.com


TAGS   Faktor Penghambat Sales / Sales and Marketing / sales / Buku sales dan marketing /