Curhat tanpa cengeng, Menulis tanpa batas....

Dihormati atau ditakuti?

10 Dec 2013 - 14:27 WIB

kepemimpinan

Pilih mana, dihormati atau ditakuti? Beberapa orang pemimpin sangat bangga ditakuti oleh bawahannya, karena menurut dia, para bawahannya itu akan mudah sekali menuruti apa yang dikatakannya. Sayangnya, si pemimpin yang ditakuti ini tidak tahu kalau di belakang dia para bawahan suka nggerundel dan ngomongin dia.

Tidak menyalahkan para bawahan yang akhirnya meng-gossip-kan atasannya yang menurut mereka sangat saklek atau killer! Karena para bawahan ini ingin sekali menyelesaikan pekerjaannya dengan rasa nyaman dan hati senang bukan penuh was-was karena takut akan dimarahi kalau salah.

Tidak pula menyalahkan atasan atau pimpinan yang killer ini, karena bisa jadi dia berbuat demikian karena dia merasa bawahannya adalah jenis-jenis orang yang harus terus dipukul pantatnya agar mau lari dan bekerja.

Tidak ada yang benar-benar salah atau benar dalam hal ini, yang harus kita ketahui sebagai seorang pemimpin atau atasan adalah karakter dari anak buah kita, khususnya mereka yang langsung bekerja di bawah kita. Mereka hadir dengan berbagai karakter dan pastikan kita tahu benar bagaimana caranya membuat mereka agar bisa memiliki kinerja yang baik tanpa membuatnya takut melainkan menaruh hormat kepada kita.

Jangan selalu beranggapan “anak buah harus mengerti atasan” walaupun ada benarnya, istilahnya “I am the boss! It’s not me to understand you but you have to understand me!” akan tetapi untuk menciptakan atmosphere kerja yang nyaman dan penuh kekeluargaan dengan memegang teguh motto yang saya sebut di atas harapan memiliki atmosphere kerja yang nyaman ini sulit terwujud.

Jadi, mau dihormati atau ditakuti? Anda tak harus memilih, hanya saja dengan menjaga sikap yang bersahabat, mau lebih banyak mendengar, mengayomi, tegas dan bisa momong bisa membuat pekerjaan kita ringan, rasanya menyatukan misi itu mudah, jadi mencapai tujuan bersama pun lebih mudah lagi.

Dengan menjadi atasan yang ditakuti akan membuat kita bekerja keras sendirian demi mencapai tujuan, karena mereka tidak merasa kita anggap satu team yang merupakan satu kesatuan untuk mencapai satu tujuan, tak lebih hanya pesuruh yang membantu meringankan beban.

Untuk memberikan inspirasi terhadap bawahan tak harus galak. Tegas dan galak adalah hal yang berbeda, jangan sampai kita salah mengaplikasikannya.

Dihormati pun demikian, saking hormatnya seorang bawahan sampai sungkan berbincang dengan atasan! sedikit-sedikit sungkan. Jadi biasa saja, jadikan saja rekan satu team dengan tetap tidak melampaui batas. Sebagai atasan bercanda dengan bawahan juga harus tahu batasannya, begitu pula sebaliknya agar sebagai atasan juga tidak diremehkan bawahannya.


TAGS   Tips kepemimpinan /