Curhat tanpa cengeng, Menulis tanpa batas....

Sales | Bagaimana Memotivasi diri sendiri

27 Jan 2014 - 08:56 WIB

Sales - Sering kali menemui kesulitan atau bahkan kegagalan di saat dia merasakan kegagalan berkali-kali sehingga akhirnya lelah. Walaupun sebenarnya sebagai seorang sales dia sudah cukup bersabar dan berjuang keras akan tetapi goal yang sudah di set up tidak jua tercapai.

Saat menghadapi masalah seperti ini, tidak salah jika seorang sales bisa down atau bahkan merasa ingin menyerah. Akan tetapi sebelum menyerah ada baiknya kita melakukan beberapa hal di bawah ini:

A. Melakukan evaluasi

Sebagai seorang sales sudah pasti kita didukung oleh tenaga atau bahkan team marketing, atau tidak jarang juga seorang sales juga bagian dari team marketing yang menyusun strategy memenangkan market tertentu yang sudah menjadi sasaran. Nah. Di saat seperti ini sebaiknya team marketing melakukan evaluasi dengan strategi dan juga sumberdaya manusia yang mengimplementasikan strategy tersebut atau salesnya.

Jika di rasa strategy yang kita miliki sudah bagus, beralih mengevaluasi team yang ada, apakah perlu diadakan training lagi agar pengetahuan tentang product bertambah ataukah perlu diadakan pelatihan skill untuk berjualan yang meliputi berhadapan dengan calon pelanggan, menjadikan calon pelanggan potential dan menjadikan potential sebagai achievement.

B. Self motivated

Milikikah self motivated! Bagaimana caranya? Saat kita baru mulai karir kita sebagai seorang sales mudah saja buat kita untuk berjanji pada diri sendiri untuk bekerja keras dan mencapai goal yang sudah kita atau pun team buat. Akan tetapi di saat kita sedang lelah karena kegagalan demi kegagalan sudah menjadi makanan kita, penolakan sudah bukan hal asing lagi, wajar sekali kalau tiba-tiba kita ingin menyerah.

Akan tetapi, untuk kita yang memiliki self motivated kegagalan dan penolakan ini bukan apa-apa karena pekerjaan sales adalah bagaimana melewati sebuah proses apalagi jika barang yang kita jual nilainya besar, pasti orang tidak akan dengan mudah membuat keputusan untuk membeli.

Menyadari kalau pekerjaan sales adalah pekerjaan yang membutuhkan kesabaran, kegigihan, ketekunan jiwa besar. Menjalani pekerjaan sales sama dengan menjalankan bisnis, sama-sama membutuhkan mental sabar, gigih dan tekun.

Lakukan intropeksi diri, jangan-jangan skill kita sebagai sales memang butuh diupgrade, cari cara bagaimana, sekarang ada banyak informasi bisa diakses di internet jadi tidak ada alasan untuk tidak bisa.

Dan sebagai seorang sales apakah kita sudah cukup menyenangkan saat bertemu orang, sebagai seorang sales kita harus mampu mengubah diri kita menjadi orang yang menyenangkan dan bisa berteman dengan siapa saja. Sehingga saat bertemu dengan orang baru pun kita bisa dengan senang menyambutnya seolah bertemu teman lama, senang membantunya dengan memberi banyak informasi seolah dia seorang teman yang memang membutuhkan banyak informasi.

Lalu kita juga harus mulai melakukan intropeksi terhadap hubungan kita dengan Tuhan, mungkin kita sudah melakukan semua ibadah dengan baik akan tetapi kenapa keberuntungan masih belum berpihak kepada kita? Jawabannya, mungkin kita masih sering melakukan hal-hal yang tidak Tuhan suka baik secara sengaja atau pun tidak.

Jangan sepelehkan hal-hal kecil, karena jika diteruskan akan membesar dan ingat untuk selalu jujur, banyak berbuat baik agar keberuntungan senantiasa bersama kita.

Keberuntungan kita sebagai sales juga akan menjauh jika kita malas-malasan saat berhadapan dengan calon pembeli , karena energy yang terpancar menjadi energy negative yang membuat seseorang yang awalnya sangat tertarik menjadi malas atau tidak tertarik. Penting untuk memiliki pikiran positive dan optimisme tinggi agar semangat senantiasa terjaga.

Jaga selalu mood untuk senantiasa stabil and happy selling ;)


TAGS   Motivasi untuk Sales / Tips Bagaimana Menghadapi Kegagalan seorang Sales /