Curhat tanpa cengeng, Menulis tanpa batas....

Haruskah Kepercayaan Itu Berbatas?

28 Oct 2015 - 11:24 WIB

Kepercayaan menjadi barang paling mahal dalam kehidupan saat ini, bukan hanya dalam negara tercinta ini bahkan dalam ruang lingkup terkecil, yaitu keluarga! Bagaimana tidak, seseorang yang selama ini dekat dan kita anggap baik pun tidak akan kita pernah ketahui bagaimana dalam hatinya, sehingga kepercayaan pun masih diragukan.

 

Ada pepatah yang mengatakan “Dalamnya sumur kita bisa ukur, tapi dalamnya hati manusia kita tidak pernah tahu” pepatah ini dimaksudkan agar kita selalu berhati-hati dan tidak dengan mudah percaya kepada semua orang, bukan berarti pula harus curiga, hanya saja berhati-hati dan mengetahui batas “sejauh” mana kita bisa percaya dengan seseorang.

 

Lantas, sejauh mana kita bisa percaya dengan seseorang? Yang mengetahui batasan-batasan itu sebenarnya adalah diri kita sendiri karena batasan-batasan yang kita berikan atau aplikasikan untuk setiap orang pastinya berbeda. Sebagai contoh, batasan yang kita berikan kepada orang yang baru kita kenal atau relasi bisnis pastinya berbeda dengan batasan yang kita berikan terhadap teman, saudara atau sahabat.

 

Batasan-batasan ini bukan untuk menjauhkan kita bahkan batasan-batasan ini kita setting untuk menjaga hubungan baik  kita dengan mereka, meminimalisir benturan-benturan yang akan timbul dalam hubungan yang kita bina. Karena benturan-benturan ini yang memiliki kans besar merusak hubungan kita. Ada hal yang mesti kita ingat, tidak semua orang itu memiliki prinsip “let it go” sehingga yang sudah berlalu ya sudah akan tetapi beberapa orang meski tidak dendam akan tetapi tetap ingat sehingga hubungan yang diharapkan indah tidak berjalan seindah sebelumnya bahkan bisa jadi menjadi buruk.

 

Memang diperlukan kebijaksanaan dalam menyikapi setiap masalah yang kita hadapi, akan tetapi perlu kita ingat kalau kita tidak selalu bisa bersikap bijaksana pun demikian orang lain jadi jangan selalu menuntut orang lain untuk memahami yang lebih baik adalah kita jangan mudah percaya sama siapapun itu orangnya, batasan harus ada.

 

Bagaimanapun juga, manusia tempatnya salah dan khilaf walaupun memaafkan itu harus lebih baik jika kita menjadi pribadi yang bisa dipercaya. Biar saja orang lain tidak bisa dipercaya yang penting semua dibentuk dari dalam diri kita sendiri saja. Dan, jangan takut bersikap tegas dan takut berbuat baik hanya karena kepercayaan itu mahal harganya.


TAGS   Tips Hidup Bahagia / Tips Memilih Teman / Tips Percaya dengan Orang /