Curhat tanpa cengeng, Menulis tanpa batas....

Peran serta media dalam pembentukan mental suatu bangsa

18 Feb 2015 - 08:00 WIB

2b35a4941c74091c6becf003b5cdb997_koranBaru-baru ini sering kali media memberitakan tentang penderita kanker yang tidak mendapatkan pengobatan dikarenakan tidak memiliki biaya. Sebagai seorang yang memiliki jiwa sosial pastinya kita sangat kasihan dan ingin sekali membantu, akan tetapi pastinya pernah terbesit dalam benak kita kenapa media ini mengekspos pemberitaan seperti ini? Tentu saja, media memiliki niat yang baik yaitu agar mereka mendapatkan bantuan dari para dermawan.

Akan tetapi ada yang janggal dengan setiap pemberitaan yang disampaikan media saat menyiarkan tentang si A yang mengidap penyakit kanker dan tidak mampu melakukan pengobatan karena biaya, yaitu pertanyaan yang disampaikan oleh reporter yang selalu menanyakan “Apakah pemerintah sudah memberikan bantuan?” pertanyaan ini sangat janggal karena membuat mereka yang mungkin mengalami penderitaan yang sama berpikir kalau mereka harus dibantu dan jika tidak ini akan menjadi salah pemerintah karena sudah mengabaikan rakyatnya tidak mendapatkan pengobatan yang layak.

Tanpa ada maksud menyalakan media dan mereka yang mulai berpikir untuk mendapatkan bantuan, akan tetapi tugas pemerintah bukanlah menangani hal-hal kecil seperti itu. Tugas pemerintah adalah mengarahkan para kaki tangan untuk menggalakkan bantuannya, entah itu melalui program A atau B nya.

Akan tetapi yang menjadi penekanan di sini adalah pertanyaan “Apakah pemerintah sudah memberikan bantuan?” pertanyaan ini secara tidak sadar telah membangun mental masyarakat untuk meminta-minta atau mengharapkan bantuan. Memang tidak salah jika mereka mengharapkannya karena keadaan mereka memang demikian dan sepatutnya kita yang berkelebihan memberikan bantuan. Akan tetapi jika, mental ini terus menerus dibangun tidakkah ini program pengentasan kemiskinan semakin susah diraih? Adanya pemikiran “nanti juga akan dibantu kalau kita butuh” atau ” nanti kita bisa dibantu oleh si C atau D” dan lain sebagainya ini membuat seseorang sulit maju dan tidak mandiri karena hanya berharap dibantu.

Bukan berarti media tidak boleh memberitakan masalah ini atau melontarkan pertanyaan serupa akan tetapi alangkah baiknya jika pertanyaan itu di habus saja, kalau pun ingin melontarkan pertanyaan tersebut lontarkan ke Pak RT/RW atau siapa aparat terdekat karena sudah seharusnya mereka yang melihat masyarakatnya membutuhkan bantuan segera turun tangan dengan menggalang dana atau menguhubungi aparat yang bisa membantu sehingga mereka segera mendapatkan pengobatan. Maksud saya di sini adalah bisa saja kan, kalau dengan menggalang dana dari masyarakat setempat tidak bisa RT dan RW bekerja sama ke kelurahan, kelurahan ke Kecamatan dan seterusnya entah sampai ketingkat mana yang bisa meminta keringanan ke RS terdekat untuk memberikan penanganan. Dengan melakukan pemberitaan seperti ini, maka akan membuat para aparat (dari yang terendah) jadi lebih peduli jika masyarakatnya butuh bantuan.

Untuk penderita kanker dan keluarganya pun tak perlu di wawancara, cukup diinformasikan saja mengenai keadaannya jika memang media berharap bisa mengundang para dermawan untuk membantu. Kecuali ada penyimpangan dari aparat atau RS tempat mereka berobat, tentu boleh diberitahukan sedetail mungkin sehingga masyarakat luas tahu apa yang terjadi sebenarnya.

Begitu besar peran media dalam pembentukan mental bangsa, oleh karena itu kita yang memiliki anak harus selektif dalam memilih program tontonannya.

Bukan sepenuhnya salah media akan tetapi kita sebagi konsumen yang harus lebih selektif memilih berita mana yang bisa kita konsumsi dan juga mencernanya dengan baik, tidak menelan sebuah pemberitaan secara mentah apalagi jika sudah menemui berita-berita dari media yang mengejar penjualan, rating atau pengunjung.

Dalam sebuah buku “Mau Jadi Apa?Mega Chandra (Me-Chan) mengatakan “Mau jadi sampah atau emas kita sendiri yang menentukan”.



TAGS   Peran serta media dalam pembentukan mental suatu bangsa / Pembentukan mental bangsa / Me-Chan / Mega Chandra / Buku Motivasi Mau Jadi Apa / Tips Memilih program televisi / tips /